Daftar Oleh-oleh Jajanan dan Makanan Favorit Khas Yogyakarta (Bagian 1)

61360
1
Daftar Oleh-oleh Jajanan dan Makanan Favorit Khas Yogyakarta Part 1
Foto: harnas.com

Yogyakarta sebagai salah satu kota budaya mewariskan banyak aneka macam peninggalan dari nenek moyang, termasuk makanan-makanan tradisional yang kini tetap dilestarikan, serta menjadi oleh-oleh jajanan dan makanan favorit yang khas untuk warga sekitar dan para pelancong.


Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang paling bersejarah bagi bangsa Indonesia. Kota pendidikan ini menyimpan banyak sekali kekayaan budaya, termasuk makanan khas Yogyakarta yang telah turun menurun dilestarikan pada anak cucunya.

Jalan-jalan bersama keluarga dan teman-teman ke Kota Gudeg memang selalu menyenangkan. Di sini, kita bisa mengunjungi berbagai tempat wisata menarik sampai memuaskan lidah dan perut dalam wisata kuliner khas Yogyakarta.

Pada saat kembali ke daerah, tentunya Anda tak ingin kenangan tentang Yogyakarta hilang begitu saja bukan. Salah satu hal yang bisa Anda lakukan untuk dapat tetap mengingat Yogyakarta adalah membeli oleh-oleh khas Kota Pelajar ini. Kamu bisa membawa berbagai macam pernak-pernik dan cinderamata, seperti batik, kerajinan perak khas Kotagede, Gerabah Kasongan, ataupun Kaos Dagadu yang begitu terkenal di nusantara.

Selain kamu bisa membawa oleh-olah berupa barang, tentunya kamu juga bisa membawakan berbagai macam panganan/jajanan khas Jogja untuk orang-orang terkasih di rumah ataupun tetanggamu agar mereka pun bisa mengetahui maknyusnya aneka kuliner khas Kota Yogyakarta.

Ada banyak sekali oleh-oleh makanan khas Yogyakarta yang bisa kamu bawa pulang untuk bisa mengingatkan kembali segala kenangan selama di Yogyakarta agar tetap selalu merindukannya dan berharap dapat kembali ke kota ini, seperti halnya lirik lagu Yogyakarta dari Katon Bagaskara.

Berikut beberapa makanan khas asli Yogyakarta yang bisa kamu beli di berbagai sudut kota. Dan khusus untuk makanan di bawah ini merupakan makanan yang termasuk dalam kategori tahan lama lebih dari dua hari.

1. Bakpia Pathok

Foto: bakpia25.com
Foto: bakpia25.com

Bakpia pathok adalah makanan khas dari Yogyakarta yang paling banyak dicari wisatawan sebagai oleh-oleh. Bakpia pathok atau lebih familiar dengan sebutan bakpia merupakan kue yang terbuat dari adonan tepung terigu berisi kacang hijau atau varian lainnya dan dimasak dengan cara dipanggang.

Jika Anda berkunjung ke Yogyakarta dan ingin membawa buah tangan untuk keluarga atau sahabat, belum lengkap rasanya bila belum membawakan bakpia. Kita bisa dengan menemukan bakpia di seluruh penjuru kota, karena memang inilah makanan paling terkenal di Yogyakarta. Bakpia dapat dengan mudah Anda temui di kawasan Jalan Malioboro, Pasar Beringharjo, dan berbagai pusat oleh-oleh yang tersebar di Yogyakarta.

Bakpia menjadi salah satu camilan paling populer karena tak lepas dari sentra industri bakpia itu sendiri yang berada di Kampung Patuk yang ada di belakang Malioboro yang notabene merupakan daerah paling rama seantero Yogyakarta.

Foto: bakpia25.com
Foto: bakpia25.com

Dengan kepopuleran bakpia inilah yang membuat variannya kini telah banyak sekali hingga terkadang orang sulit membedakan itu bakpia atau bukan. Tapi, keuntungannya wisatawan kini bisa memilih aneka rasa yang disajikan seperti rasa cokelat, keju, durian, kumbu hitam, dan lainnya sesuai dengan selera lidah masing-masing. Padahal pada awal mulanya rasa bakpia adalah rasa kacang hijau saja.

Bakpia sebenarnya juga erat hubungannya dengan budaya dari Tionghoa. Konon dahulu bakpia diisi dengan daging babi. Namun, karena pengaruh Islam di Jawa, isi bakpia kemudian diubah menjadi kacang hijau yang telah dicincang dan diberi rasa manis dari gula. Beberapa sumber juga mengatakan, panganan yang berasal dari negeri Cina ini, dulu dikenal dengan nama Tou Luk Pia, yang artinya kue pia kacang hijau.

Industri bakpia yang semakin banyak sebenarnya agak membuat para penikmatnya sedikit kebingungan memilih produk bakpia yang akan dibeli. Bakpia yang cukup dikenal salah satunya berasal dari daerah Pathok (Pathuk), Yogyakarta. Daerah tersebut mulai memproduksi bakpia sejak tahun 1948 dan masih memperjualbelikan bakpia secara eceran yang dikemas dengan menggunakan kotak dari bambu atau lebih dikenal dengan sebutan besek.

Berikut ini merupakan beberapa merk bakpia dan lokasi penjualan yang telah menjadi rekomendasi banyak orang yang telah membelinya:

  • Bakpia Pathok 25. Alamat pabrik: Jl. AIP II KS Tubun NG I/504, Yogyakarta – (0274) 513904, 566122. Alamat cabang: Jl. AIP II KS Tubun 65,Yogyakarta – (0274)0512219, 583237, Pasar Pathok Kios Pasar Pathok 14-18, Yogyakarta – (0274)561551, Kembang Jaya Jl. Laksda Adisucipto KM.9, Yogyakarta – (0274)484458, Bandara Jaya Jl. Laksda Adisucipto KM.9, Yogyakarta – (0274)484458.
  • Bakpia Patuk 75. Alamat: Jl. KS Tubun no.75 Yogyakarta, Jl. KS Tubun no.83, Yogyakarta, Jl. HOS Cokroaminoto no.119B, dan Jl. Magelang km 4,5, Yogyakarta.
  • Bakpia Kurnia Sari. Alamat: Jl. Glagah Sari no.97C Yogyakarta – (0274)830502, Jl. Glagah Sari no.112 Yogyakarta – (0274)375030 dan Ruko Permai Pogung Lor no.6 Jl. Ringroad Utara Yogyakarta (sebelah Ahmad Dhani School Rock of Music) – (0274)625729.
  • Bakpia Pojok Bu Prapti. Alamat: Jl. Monjali No. 54 Karangjati, Yogyakarta.
  • Bakpia Pathok 145. Alamat: Jl. Gambiran no.40, Yogyakarta (Selatan Pom Bensin Gambiran) – (0274)7188862, 7480471. Alamat cabang: Jl. Wijilan, Yogyakarta (depan Gudeg “Yu Djum”), Jl. Jendral Sudirman no.25, Yogyakarta, Jl. Kaliurang km.5,6, Yogyakarta, Jl. Solo km.8, Yogyakarta.
  • Bakpia Merlino. Alamat: Jl. R.E Martadinata no.24B dan Jl. Pakuningratan no.55, Yogyakarta – (0274)588036, 558229, 562334.

Tips: Sebelum membeli bakpia cobalah untuk mencicipi dahulu untuk memastikan apakah masih layak dikonsumsi dan tahan lama untuk dibawa pulang. Biasanya ditandai dengan mudah (hancur) saat dikunyah dan bila ditekan masih lunak. Bila perlu, datanglah langsung ke pabriknya agar bisa mendapatkan bakpia yang masih hangat, enak, dan tahan lebih lama daripada yang dijual di toko.

Bila kamu ingin mencoba membuat bakpia pathok sendiri di rumah, silakan membaca ini: Resep Membuat Bakpia Pathok Khas Yogyakarta.

 

2. Yangko

Foto: travelfiesta.xyz
Foto: travelfiesta.xyz

Makanan khas Yogyakarta ini terbuat dari tepung ketan dengan rasa manis, taburan tepung, serta dipadukan dengan warna yang menarik seperti merah, kuning, hijau, dan putih. Biasanya panganan ini dipotong ukuran mungil berbentuk persegi empat dan dibungkus dengan kertas minyak sehingga tampilannya sangat menarik. Jajanan ini saat dimakan akan terasa lembut, sedikit kenyal di lidah, dan memiliki rasa yang manis.

Banyak orang yang mengatakan bahwa rasa yangko sangat mirip dengan kue mochi dari Jepang. Hal ini dikarenakan adanya rasa gula dan kacang cincang di dalamnya. Namun kini kebanyakan yangko tidak lagi menggunakan isi.

Seperti halnya bakpia, makanan khas Kotagede ini dapat Anda temukan dengan mudah karena hampir semua pusat oleh-oleh di Yogyakarta menyediakan oleh-oleh yangko ini di sampin bakpia. Kue Yangko dijual dalam harga yang cukup variatif. Berkisar antara Rp. 8.000,- – Rp. 10.000,- per kotak. Satu kotak yangko umumnya berisi 30 buah dengan rasa yang bervariasi.

Tempat terbaik menemukan Yangko adalah di kawasan Kotagede. Dari sinilah oleh-oleh Yogyakarta dalam citarasa yang tulen ini bermula.

Berikut ini merupakan beberapa merk yangko dan lokasi penjualan yang telah menjadi rekomendasi banyak orang yang telah membelinya:

  • Yangko Pak Prapto. Alamat: Jalan Pramuka No. 82. Telp. (0274) 380757. Yangko Pak Prapto merupakan salah satu yangko generasi pertama karena telah ada sejak tahun 1921.
  • Yangko Bu Nining. Alamat: Jalan Menteri Supeno No. 118
  • Jalan Gajah Mada No. 29, Yogyakarta.

Bila kamu ingin mencoba membuat yangko sendiri di rumah, silakan membaca ini: Resep Membuat Jajanan Yangko Asli Yogyakarta.

 

3. Geplak Khas Bantul

Foto: jogjarasa.com
Foto: jogjarasa.com

Makanan asli Bantul ini memiliki ciri yang sangat khas, yaitu rasa manis dan warna yang sangat menarik. Makanan ini dibuat dari parutan kelapa yang dibuat kasar dengan campuran gula Jawa dan tepung beras ataupun tepung ketan.

Saat ini, geplak sudah dimodifikasi menjadi beberapa varian rasa mulai dari durian, stroberi, hingga jeruk. Pada awalnya, geplak dibuat menggunakan gula tebu dan memberi warna yang putih kelabu. Jika menggunakan gula kelapa akan memberi warna Geplak yang kecoklatan.

Pada umumnya, geplak dijual dalam kisaran harga Rp. 15.000,- per kg. Tetapi tentu saja harga panganan manis ini seperti halnya oleh-oleh lainnya akan bergerak naik di saat musim liburan atau Lebaran.

Makanan ini biasanya mengisi pusat oleh-oleh layaknya bakpia dan yangko. Jadi sangat mudah untuk menemukannya di segala penjuru Yogyakarta dan berbagai sentra penjualan oleh-oleh khas Kota Gudeg. Berikut ini merupakan beberapa merk geplak dan lokasi penjualan yang telah menjadi rekomendasi banyak orang yang telah membelinya:

  • Geplak Jago. Alamat: Jln. Wachid Hasyim, Bantul. Telp. (0274) 367727.
  • Geplak Mbok Tumpuk. Alamat: Jln. Wachid Hasyim, Bantul.

Bila kamu ingin mencoba membuat yangko sendiri di rumah, silakan membaca ini: Resep Membuat Geplak Khas Bantul.

 

4. Coklat Monggo

Variasi Cokelat Monggo
Cokelat Monggo

Buat para penggila cokelat, kalian tidak perlu jauh-jauh ke Belgia untuk dapat merasakan sensasi nikmat coklat. Di Yogyakarta, kamu bisa menikmati cokelat Yogyakarta dengan cita rasa Belgia, namanya Cokelat Monggo.

Cokelat Monggo diolah dari biji coklat pilihan yang didapat dari Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Pemiliknya sendiri merupakan pria berkebangsaan Belgia. Ia begitu tahu benar bagaimana cara meracik cokelat yang tepat dan menghasilkan rasa yang nikmat khas cokelat di negerinya.

Untuk lebih lengkap dan jelasnya mengenai segela sesuatunya tentang Cokelat Monggo, kalian bisa membaca artikel ini: Cokelat Monggo: Cokelat Lokal Yogyakarta Cita Rasa Belgia.

 

5. Gudeg Kering dan Gudeg Kaleng

Gudeg Kering

Gudeg (bahasa Jawa: gudheg) merupakan makanan khas dari Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terbuat dari nangka muda atau gori yang dimasak dengan santan. Perlu waktu berjam-jam untuk membuat masakan yangs satu ini. Agar masakan gudeng bisa berwarna coklat, biasanya dimasak bersamaan dengan daun jati. Gudeg ini dimakan dengan nasi dan disajikan dengan kuah santan kental (areh), ayam kampung, telur, tahu, dan sambal goreng krecek.

Bila kamu berwisata ke Yogyakarta dan sangat menyukai gudeg akan tetapi khawatir basi bila ingin membawa pulang makanan ini? Tenang saja dan tidak usah khawatir. Kini kamu bisa membawa gudeg kering atau gudeg kaleng sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah.

Gudeg sebenarnya ada dua jenis, yaitu gudeg basah dan gudeg kering. Untuk dibawa pulang ke kota asal buat oleh-oleh, tentunya gudeg kering lebih cocok. Gudeg kering tak banyak berbeda dari gudeg basah, hanya saja proses memasaknya membutuhkan waktu yang lebih lama dan rasanya yang cenderung lebih manis dari gudeg basah. Gudeg kering bisa bertahan sampai 3 hari. Untuk penyimpanan, lebih baik diletakkan di lemari es agar bebas dari pengaruh suhu ruangan.

Salah satu tempat yang menjual gudeg jenis ini adalah Gudeg Yu Djum yang terletak di Jalan Kaliurang 5, Yogyakarta. Di sini, Anda bisa menyantap gudeg di tempat atau memesan paket untuk di bawa pulang. Gudeg yang dibawa pulang biasanya dikemas dalam besek atau kendil, sesuai keinginan Anda. Untuk harga gudeg kering berkisar antara Rp. 10.000,- hingga Rp. 30.000,-, tergantung lauk yang dipilih.

Selain gudeng kering, ada juga gudeng kaleng. Gudeg kaleng ini seperti halnya makanan kaleng lainnya yang memiliki cukup lama kadaluarsanya, bahkan hingga setahun. Namun, tidak perlu khawatir karena gudeng kaleng ini dibuat tanpa bahan pengawet dan bebas MSG.

Gudeg Kaleng
Foto: tokopedia.com

Proses pembuatan gudeg yang berbobot sekitar 250-300 gram ini sangatlah aman dan higienis. Setelah dimasukkan ke dalam kaleng, gudeg dipanaskan hingga suhu 130 derajat celcius selama beberapa jam, kemudian direndam dengan air dingin. Bahkan, ada yang proses pengawetan gudeg ini dilakukan di laboratorium LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) yang terletak di Gunungkidul dan mendapat sertifikasi dari BPOM dan MUI.

Untuk isi gudeg kaleng tidak berbeda seperti lauk yang bisa dipilih saat membeli gudeg kering maupun basah. Isinya ada gori (nangka muda), krecek (krupuk kulit sapi), sambal goreng tempe, telur itik, daging ayam kampung, kacang tolo, areh, dan cabai.

Produk gudeg kaleng yang cukup terkenal di Yogyakarta, antara lain Gudeg Wijilan Bu Lies, Gudeg Kaleng Mbak Yayah, dan Gudeg Bu Tjitro 1925. Harga gudeg ini dipasaran sekitar Rp. 22.000,- hingga Rp. 40.000,-. Ada juga yang menjual gudeg kaleng via online atau lewat jejaring sosial. Untuk Gudeg Bu Tjitro 1925, yang konon terkenal hingga Asia dan Timur Tengah ini, dipasarkan juga secara online di www.pusatgudegkaleng.info.

Berikut ini beberapa lokasi penjualan dari gudeg kering dan gudeg kaleng yang telah menjadi rekomendasi banyak orang yang telah membelinya:

  • Gudeg Yu Djum. Alamat: Jalan Kaliurang 5, Yogyakarta.
  • Gudeg Mbak Yayah. Alamat: Jalan Monjali No. 20, Nandan, Yogyakarta.
  • Gudeg Bu Tjitro 1925. Alamat: di Jalan Laksda Adi Sucipto, Yogyakarta.
  • Gudeg Wijilan Bu Lies. Alamat: Jalan Wijilan No 5 Yogyakarta Jam Buka | Telp: 0274-450164, 41744.

Bila kamu ingin mencoba membuat gudeg kering sendiri di rumah, silakan membaca ini: Resep Membuat Gudeg Kering Khas Yogyakarta.

 

6. Salak Pondoh

Satu lagi makanan khas yang berasal dari yogyakarta adalah Salak Pondoh. Salak Pondoh merupakan jenis buah yang selalu diburu oleh para turis yang datang Ke Yogyakarta. Salak pondoh memiliki ciri khas daging yang kering berwarna putih dan rasanya manis segar. Sekali mencicipinya, pasti tak akan cukup memakan satu buah salak pondoh saja.

Salak Pondoh banyak tumbuh di wilayah Kabupaten Sleman, tepatnya di lereng merapi. Keberadaan Gunung Merapi tampaknya memberikan berkah tersendiri bagi masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. Tanah di beberapa daerah seperti Sleman, Magelang, dan Muntilan sangat subur dan cocok untuk budidaya buah salak pondoh.

Menariknya, terdapat satu tempat agrowisata salak pondoh yang terletak di Kampung Gandung, Bangunkerto, Sleman. Kawasan seluas 27 hektar ini memiliki perkebunan salak yang dilengkapi dengan taman bermain anak, kolam renang dan juga kolam pancing. Selain dapat membeli, Anda juga bisa dengan mudah menemukan salak pondoh ini di kios-kios buah di sepanjang jalan kota.

Baca selanjutnya: Daftar Oleh-oleh Jajanan dan Makanan Favorit Khas Yogyakarta (Bagian 2)



-

  • Promo penginapan murah di jogja. mulai 90rb/malam.,
    Hotel terleyak sangat strategis dekat dengan malioboro, alun alun kidul, alun alun utara, taman sari,
    jangan sampai terlambat liburan di jogja ya nginapnya di Ki Agung Prestise Hotel.
    untuk reservasi lebih lanjut:
    call,sms, whatsapp: 082133430014
    Tlpn: (0274)-374412